Purbalingga, 21 September 2026 – MI Negeri 3 Purbalingga
melaksanakan supervisi akademik hari pertama pada Senin (21/09/2026) sebagai
salah satu upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas guru dalam melaksanakan
pembelajaran.
Kualitas guru menjadi salah satu faktor penting yang
menentukan kualitas pendidikan. Sebagai ujung tombak pendidikan, guru
berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Untuk
itu, guru perlu memiliki empat kompetensi utama, yaitu kompetensi kepribadian,
pedagogik, sosial, dan profesional.
Kepala MIN 3 Purbalingga, H. Achmadi, S.Ag., M.Pd.,
menyampaikan bahwa supervisi merupakan salah satu upaya madrasah dalam
memberikan pendampingan kepada guru.
“Supervisi dilakukan dengan tujuan memberi layanan kepada
para pendidik secara individual maupun kelompok dalam memperbaiki pengajaran
serta mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik,” ungkap Achmadi.
Supervisi menggunakan teknik observasi kelas yang
dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pertemuan awal, pelaksanaan observasi,
dan pertemuan balikan.
Pada hari pertama, Kepala Madrasah melakukan supervisi kepada
Sri Rejeki, S.Ag., M.Pd. dan Drs. Teguh Pramono, M.M. Sementara
itu, Sukarti, S.Pd. melakukan supervisi kepada Isti Muftiah, S.Pd.I.
dan Dr. Unik Fepriyanti, S.Pd.I., M.Pd., sedangkan Anita, S.Pd.I.,
M.Pd. melakukan supervisi kepada Tri Fajar Widiyanto, S.Pd.
Pada tahap pertemuan awal, guru menyampaikan perangkat
pembelajaran sesuai dengan instrumen supervisi. Kepala madrasah bersama guru
kemudian berdiskusi mengenai rencana pembelajaran atau modul ajar yang akan
dilaksanakan. Guru juga mendapatkan masukan untuk mengimplementasikan
pembelajaran aktif melalui berbagai model, seperti Discovery Learning,
Inquiry Learning, Problem Based Learning, maupun Project Based Learning.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan supervisi. Supervisor
mengamati proses pembelajaran yang berlangsung dari awal hingga akhir. Menurut
Achmadi, proses pembelajaran berlangsung aktif dan peserta didik terlihat
menikmati kegiatan pembelajaran, terutama ketika terlibat dalam diskusi untuk
menyelesaikan permasalahan.
Tahap ketiga adalah pertemuan balikan. Pada tahap ini, guru
menyampaikan pengalaman selama melaksanakan pembelajaran di kelas. Suasana yang
nyaman dibangun agar guru dapat menyampaikan berbagai hal yang masih perlu
diperbaiki, kemudian supervisor memberikan umpan balik sebagai dasar penyusunan
program tindak lanjut.
Melalui supervisi yang dilaksanakan secara berkelanjutan, MIN
3 Purbalingga berharap pendampingan dan bimbingan kepada guru dapat terus
meningkatkan kompetensi pendidik. Dengan meningkatnya kualitas guru, diharapkan
kualitas proses pembelajaran dan pendidikan di madrasah juga semakin baik.(humasmin3pbg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar