Purbalingga – MIN 3 Purbalingga menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya
Kokurikuler pada Sabtu (17/10/2026) dengan mengusung tema anti bullying, tertib
berlalu lintas, literasi, dan numerasi. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para
siswa untuk menampilkan hasil belajar, kreativitas, serta keterampilan yang
telah dikembangkan selama pelaksanaan kokurikuler.
Gelar karya dibagi menjadi tiga kelompok fase, yaitu Fase A,
Fase B, dan Fase C. Setiap fase menampilkan beragam pertunjukan dan karya
edukatif yang menarik.
Fase A menampilkan pertunjukan wayang kulit dengan dalang
Ghibran Hamizan Athalah, siswa kelas 1A. Selain itu, siswa juga memperkenalkan
berbagai permainan tradisional, seperti engklek, egrang, gapyak bathok, ular
tangga, bola bekel, dan congklak. Penampilan ini menjadi sarana mengenalkan
budaya sekaligus melatih motorik, konsentrasi, dan interaksi sosial siswa.
Fase B menyuguhkan kampanye anti bullying, tari Meraih
Bintang, demonstrasi anti bullying, serta pembacaan puisi. Berbagai
penampilan tersebut mengajak siswa untuk saling menghargai, menumbuhkan empati,
dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman serta nyaman bagi semua.
Sementara itu, Fase C menampilkan solo song oleh Arrafif
Nandana Rifai, gerak tari anti bullying secara kolosal, serta bermain peran.
Penampilan tersebut menyampaikan pesan tentang pentingnya persahabatan,
kepedulian, keberanian menolak perundungan, dan sikap saling menghormati.
Kepala MIN 3 Purbalingga, H. Achmadi, S.Ag., M.Pd.,
mengapresiasi kreativitas dan semangat seluruh siswa serta guru dalam
menyukseskan kegiatan tersebut.
“Gelar karya kokurikuler ini bukan sekadar ajang menampilkan
hasil belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun karakter, melatih
keberanian, mengembangkan kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai
kebersamaan. Saya berharap anak-anak semakin memahami pentingnya menghargai
sesama, tertib berlalu lintas, gemar membaca, dan memiliki kemampuan numerasi
yang baik,” ungkapnya.
Pada akhir kegiatan, seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6
berkeliling mengunjungi berbagai hasil karya kokurikuler dari semua fase.
Mereka berkesempatan melihat, mengamati, dan belajar dari karya serta
kreativitas teman-teman mereka.
Melalui gelar karya ini, MIN 3 Purbalingga berharap
pembelajaran kokurikuler dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa, tidak
hanya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam
membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, peduli, dan berbudaya.(humasmin3pbg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar